Selasa, 24 Juli 2018

Twitter Tutup 143 Ribu Aplikasi Pengendali 'Bot Untuk' Cegah Hoax

Twitter Tutup 143 Ribu Aplikasi Pengendali 'Bot Untuk' Cegah Hoax - Twitter telah memblokir lebih dari 143 ribu software dari layanannya semenjak April lalu. Aplikasi itu seringkali digunakan guna mengendalikan akun-akun bot yang dapat mengirimkan cuitan atau mengerjakan reweet otomatis.


Hal ini dilaksanakan sebagai unsur dari aksi bersih-bersih yang dilakukan software media sosial tersebut dari pekerjaan penyebaran hoaks yang dilaksanakan melalui bot-bot tersebut.

Twitter menyebut ketika ini tengah mengerjakan pengetatan terhadap API (application programming interfaces) miliknya. API ialah serangkaian kode dan protokol guna menghubungkan satu software dengan software lainnya. Twitter menciptakan API ini supaya pengembang pihak ketiga supaya bisa menciptakan software lain yang terhubung dengan sistem Twitter.


"Kami berkomitmen untuk meluangkan akses ke platform kami untuk produk dan layanan yang menciptakan Twitter sebagai lokasi yang lebih baik," jelas Direktur Senior Manajemen Pengembangan Produk Twitter, Rob Johnson, seperti dikutip AFP.

Pengembangan API sebenarnya ialah hal wajar yang tidak sedikit dilakukan software lain, seperti Facebook misalnya. Keterhubungan antar software inilah yang pun memicu skandal penyalahgunaan data pemakai yang dilaksanakan oleh Cambridge Analytica dengan memanfaatkan software kuis jati diri yang diciptakan oleh Profesor Kogan.

Menanggulangi bot penebar hoaks

Belakangan Twitter tengah menghadapi desakan soal akun-akun robot otomatis yang bertebaran di platformnya. Sebab akun-akun ini menyebarkan informasi yang salah atau palsu. Informasi tersebut berhubungan seseorang atau isu politik.

Sebelumnya, Twitter sudah menghapus lebih dari 70 juta akun bot yang dipakai untuk menyebarkan informasi palsu. Langkah bersih-bersih ini dilaksanakan Twitter lantaran menyadari bahwa platformnya ketika ini dipenuhi oleh cuitan spam, pelanggaran privasi, dan pesan riskan dari software otomatis itu.

"Kami mengambil tahapan tambahan utuk meyakinkan bahwa platform untuk pengembang (pihak ketiga) bekerja di layanan pembicaraan yang sehat di Twitter," lanjutnya.

"Kami tidak menoleransi pemakaian API guna memproduksi spam, memanipulasi percakapan, atau menginvasi privasi orang beda lewat Twitter."

Meski demikian, akun bot sebetulnya tak tidak jarang kali berbahaya. Beberapa cuitan otomatis ini memang sengaja diciptakan untuk mengumumkan peringatan bahaya, misalnya. Tapi bot di Twitter sudah disalahkan guna menyebarkan hoaks dan informasi yang salah guna memengaruhi opini publik.

Mulai Selasa (24/7) developer yang hendak mendapatkan akses guna membuat software otomatis di Twitter harus melewati proses pencatatan baru. Sebab, Twitter bakal meminta detil tentang tujuan pemakaian software tersebut.

Sekian artikel saya tentang Twitter Tutup 143 Ribu Aplikasi Pengendali 'Bot Untuk' Cegah Hoax semoga artikel ini bisa bermanfaat.


EmoticonEmoticon